Jangan Malu untuk Berkonsultasi Kondisi Kesehatan JIWA pada saat Pandemi Covid-19

Jangan Malu untuk Berkonsultasi Kondisi Kesehatan JIWA pada saat Pandemi Covid-19

Infokowasi.com – Perlu diketahui bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jadi jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan jiwa.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah memberikan fasilitas layanan kesehatan jiwa melalui pusat panggilan atau Call Center 119 ext 8.

Jangan Malu untuk Berkonsultasi Kondisi Kesehatan JIWA pada saat Pandemi Covid-19

Masyarakat juga dapat mengakses secara gratis melalui aplikasi Sehatpedia berbasis layanan telemedicine bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi ketika mengalami ketidaknyaman atau kecemasan terkait virus pada saat pandemi Covid-19.

Selain pemerintah, Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) juga menyediakan pemeriksaan secara mandiri untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa seseorang saat ini pada laman resmi di pdskji.org

Jangan Malu untuk Berkonsultasi Kondisi Kesehatan JIWA pada saat Pandemi Covid-19

Ini Artikel bagus:
Virus Corona Memang Menular Tapi KECEMASAN Menular Lebih Cepat
(Bagaimana sikap mental kita menghadapi bahaya virus corona?)

Satu hari yang lalu pemerintah mengumumkan bahwa ada kasus corona di Indonesia. Segera setelah itu muncul berbagai reaksi di masyarakat dan terlihat KECEMASAN cepat sekali menghinggapi setiap orang yg menyebabkannya melakukan perilaku : memborong masker, sanitizer, sembako, banyak orang menggunakan masker di tempat-tempat umum, dll. Rasa cemas adalah reaksi emosi yg wajar yang disebabkan oleh suatu keadaan yg tidak diharapkan yang diasumsikan dapat menimbulkan bahaya.

Baca Juga :  Tangani Covid-19, H. Marwan Bagikan Ratusan APD

Rasa cemas akan memberikan respon pada tubuh untuk cepat melakukan perlindungan untuk memastikan keamanan. Reaksi emosi cemas ini positif dan baik apabila dirasakan dan direspon sewajarnya. Tetapi apabila direspon secara berlebihan atau reaktif akan menyebabkan suatu Gangguan Cemas (ANSIETAS), yang ditandai dengan gejala-gejala :

– khawatir, gelisah, panik

– takut mati, takut kehilangan kontrol

– jantung berdebar lebih kencang

– nafas sesak, pendek, berat

– perut mual, kembung, diare

– kepala pusing, berat, terasa ringan

– kulit terasa gatal, kesemutan

– otot otot terasa tegang dan nyeri

Baca Juga :  Rapid Test Massal Gratis, Pemkab Sukabumi Siapkan 2.300 Alat

– gangguan tidur

Seperti Apa Sikap Mental Kita Menghadapi Virus Corona? Ada 2 sikap mental yang terjadi, yaitu:

1. Reaktif Sikap mental yang ditandai dengan reaksi yg cepat, tegang, agresif terhadap keadaan yg terjadi dan menyebabkan kecemasan, kepanikan.

2. Responsif Sikap mental yg ditandai dengan sikap tenang, terukur, mencari tahu apa yg harus dilakukan dan memberikan respon yg tepat dan wajar. Ketika seseorang lebih memilih REAKTIF daripada RESPONSIF, maka kehidupan mental nya akan terpengaruh dan dapat berujung pada Gangguan Cemas (ansietas). Sikap mental RESPONSIF memiliki tahapan :

1. Breathe : Ambil waktu untuk berpikir apa yg akan dilakukan, yg bermanfaat dan tidak berlebihan

2. Assess : Cek fakta yang valid dari sumber terpercaya, hindari informasi yg salah, berlebihan, yg membuat kecemasan berlebihan.

3. Action : Lakukan tindakan yg sesuai yg dianjurkan, tetap nilai risikonya dan tetap tenang.

Baca Juga :  POKTAN Buni Sari Ucapkan Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi

4. Reflect : Merefleksikan apa yg sudah dilakukan, menilai situasi terkini dan mempersiapkan respon berikutnya yg akan diambil.

Kita semua takut dan cemas menghadapi Virus Corona ini tapi, takut dan cemas berlebihan akan menyebabkan kondisi mental kita terganggu. Tetap waspada tapi tetap tenang. HINDARI juga menyebarkan informasi yg belum kita tahu kebenarannya, informasi yg dapat memicu kepanikan karena “Kecemasan lebih cepat menular dibanding virus itu sendiri”.

“Saring” sebelum “Sharing”

Kesehatan Mental sama pentingnya dengan Kesehatan Fisik! Apabila kita mengalami gangguan cemas (ansietas) segera konsultasikan ke profesional kesehatan jiwa terdekat seperti Psikiater, Perawat jiwa, Psikolog, Dokter umum terlatih, Pekerja Sosial dan konselor agar segera mendapat pertolongan.

STAY HEALTHY, STAY CALM !!!

dr.Lahargo Kembaren, SpKJ

– Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

(RED)

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here