Kita Mesti Tahu Dijajah, Saat itu Kebanyakannya Pekerja Perkebunan Sukabumi

Kita Mesti Tahu Dijajah, Saat itu Kebanyakannya Pekerja Perkebunan Sukabumi

infokowasi.com – Enam dari 125 orang yang dibawa ke Chicago dari Jawa untuk memeriahkan Pameran Columbian Dunia 1893 – menari, menabuh gamelan, menenun hingga mengolah kopi.

Acara begini yang kini kerap dinamai HUMAN ZOO, saat orang tanah jajahan dipamerkan ke muka kolonialis barat.

Kebanyakannya pekerja perkebunan Parakansalak dan Sinagar Sukabumi. Puluhan dari tempat lain.

Saat itu Kebanyakannya Pekerja Perkebunan Sukabumi

Meninggalkan Betawi 14 Feb 1893, 2 pekan mereka berkapal ke San Fransisco via Hongkong. Lalu bersepur.

Tugas pertama mereka mewujudkan Java Village di Chicago sebelum 1 Mei acara mulai.

Baca Juga :  Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-112, Menkominfo : "Bangkit dalam Optimisme Normal Baru"

Java Village hampir sehektar luasnya, dibangun 36 rumah bambu aneka ukuran. Ada rumah tinggal, lumbung, masjid [yang melaungkan azan 5 kali sehari], gardu, hingga balai pertunjukan.

Di sanalah mereka tinggal dan beraktivitas, selagi ratusan pengunjung datang melihat setiap hari.

Baca detil Java Village di bit.ly/JavaChicago1893. Ditulis misal seekor Orang Utan turut dibawa. Juga soal dua bayi [lahir di sana] jadi tontonan.

Kita Mesti Tahu Dijajah, Saat itu Kebanyakannya Pekerja Perkebunan Sukabumi

Pun “the real Java coffee and tea” jadi suguhan – ingat, pembiaya rombongan ini duo planter Priangan: Gustav Mundt dan EJ Kerkhoven.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Anggota TNI yang Diduga jadi Korban Pembunuhan

Eksebisi ini berlangsung hingga akhir Oktober 1893.

Seluruh isi Java Village lalu dibeli pebisnis Marshall Field. Sebagian dikoleksi Field Museum, sebagian dijual ke lembaga lain.

Sementara orang-orangnya berlayar pulang, kecuali 4 yang meninggal di sana.

 

RED

 

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here