
Infokowasi.com, Sukabumi
Koperasi, salah satu wadah dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, seperti tertuang dalam Undang Undang Nomor 25 tahun 1992 pun disebutkan ada empat jenis koperasi saat ini. Berdasarkan kegiatan koperasi terbagi menjadi Koperasi Konsumen, Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Jasa Lain, dan Koperasi Produsen yang saat ini hadir di Sukabumi sebagai dukungan dalam usaha secara bersama – sama, adapun Koperasi Produsen tersebut berdomisili di Desa Cihanyawar Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi.
Sementara Yayan Nuryaman selaku Ketua Koperasi, saat di jumpai pada Jum’at, 06 Agustus 2021 di ruang kerja, mengatakan bahwa Koperasi Produsen ini adalah unit usaha bersama yang beranggotakan para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) khususnya bidang pertanian. Usaha yang dilakukan yakni pengadaan perlengkapan pertanian serta menghasilkan barang atau jasa bagi anggota.

Menurut Yayan kehadiran KPMCS itu condong lebih produktif, bahkan kegiatan saat ini bergerak ke arah pengelolaan lahan yang akan mengasilkan pada bidang pertanian.
“harapan dan keinginan yang ingin kami capai dari KPMCS ini yaitu dapat merubah mindset masyarakat dari kebiasaan untuk selalu menanti bantuan atau bersifat konsumtif, kini diarahkan untuk lebih produktif, hanya untuk saat ini uusahanya saja yang belum terikat, Insha Allah kedepan yang tadinya barang dari koperasi di jual ke orang lain, sekarang produk dari koperasi akan dibeli oleh koperasi,” ucap Yayan Nuryaman.
Yayan pun menegaskan koperasi yang dipimpinnya kini sudah memiliki anggota mencapai 160 orang.
“tuntutan koperasi produsen sudah mulai mengajak dan membentuk karakter anggota supaya lebih produktif, jadi koperasi memberikan fasilitas bukan mengasih pinjaman konsumtif tapi produktif,” tandas Yayan.
“pada hari ini juga, KPMCS sudah melaksanakan dealing dengan salah satu investor untuk bekerja sama dalam bidang pengolahan pertanian, sehingga petani-petani yang menjadi anggota koperasi akan diberikan modal untuk usaha tani dari mulai tanam sampai panen, sehingga anggota bisa berpenghasilan, program ketahanan pangan bisa berjalan, pertumbuhan ekonomi nasional bisa terdukung,” pungkas Yayan.
Red









