Laporan : Robbi Sugara
INFOKOWASI.COM, Sukabumi
Berpuluh tahun warga Kedusunan Cimadang Desa Cijulang Kecamatan Jampangtengah menyimpan impian, masyarakat semenjak dahulu berharap memiliki lapangan sepak bola dengan ukuran standar.
Selama ini warga masih menggunakan lapangan yang ada dikedusunan tetangga untuk berlatih, seperti di Kedusunan Cibuyung atau di Kedusunan Cibarengkok (Lapangan Sepakbola Cicupak).

Walau pun sebenarnya Kedusunan Cimadang sudah memiliki lapangan, hanya saja belum memenuhi ukuran standar.
Kedusunan Cimadang memiliki potensi cukup besar dalam bidang olahraga terutama pada cabang sepak bola, mengingat warga dengan usia produktif cukup banyak, sebagian besar merupakan penghobi sepak bola. Kedusunan Cimadang terdiri dari 350 KK tersebar dilima RT yaitu, RT 31, RT 32a, RT 32b, RT 33, dan RT 34.
Bahkan beberapa pemain Kecamatan Jampangtengah terdata sebagai warga dari Kedusunan Cimadang.

Beberapa hari ini proyek pembangunan Lapangan Sepak bola di Kedusunan Cimadang Sudah nampak terealisasi, walau hanya menggunakan satu buah kendaraan alat berat yang beroperasi, merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga bisa merintis pembuatan lapangan.
Area pembangunan berlokasi di Kampung Cimadang RT 33 RW 10 Desa Cijulang, berada di atas lahan sisihan perkebunan PT Bumi Loka Swakarya bekas perkebunan kakao, peruntukan khusus fasilitas umum, dengan ukuran luas 90 meter x 60 meter.
“bagi kami merupakan kebanggaan, bisa membangun lapangan yang didambakan, terlebih sebagian besar anggaran hasil jerih payah serta swadaya,” tutur Indra Lesmana, S.Pd., sebagai Tokoh Pemuda setempat sekaligus anggota BPD Cijulang, perwakilan Cimadang.
“saya yakin prestasi pemuda Cimadang akan lebih berkembang lagi, kami akan maksimalkan kemanfaatan keberadaan lapangan ini,” pungkas Indra.

Indra pun berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah bisa turut serta memberikan bantuan untuk merampungkan lapangan supaya lebih memadai.
Ketika ditemui Jalaludin Kepala Desa Cijulang memberikan komentar mengenai Pembangunan lapangan tersebut,
“sementara ini Pemdes hanya bisa memberi dorongan, mengingat program tersebut belum masuk skala prioritas pembangunan desa,” tutur Jalal.
Jalal menjelaskan dirinya hanya bisa membantu secara pribadi.
(YUD)









