Sukabumi, infokowasi.com – Bila kita menuju obyek wisata ini tidaklah sulit, karena baik dari arah Sukabumi ataupun Bogor, cukup turun di Stasiun Kereta Api Parungkuda, disitu tersedia angkot warna merah Jurusan Parakansalak atau Ojeg yang berjejer rapi di muka Stasiun Parungkuda.
Situ sukarame adalah danau buatan yang di buat pada zaman kolonial Belanda di daerah Parakan salak Sukabumi Jawabarat. Danau di tengah perkebunan teh PTPN VIII yang masih asri ini masih cukup terawat untuk tempat wisata, tujuan utama pembuatan danau ini adalah diperuntukkan saluran irigasi yang mengairi area luas di area timur Kecamatan Parakansalak itu sendiri selain juga sebagai tempat rekreasi.
Melihat bukti sejarah, sepertinya orang-orang Belanda dahulu memang hobi membuat bendungan dan irigasi juga kanal-kanal, dilihat dari banyaknya bendungan-bendungan tua di sepanjang aliran sungai-sungai disana,walaupun irigasi-irigasi di sana mungkin di buat pada saat setelah zaman belanda, akan tetapi mungkin pemikiran-pemikiran pembuatan irigasi modern sudah diketahui dan di coba masyarakat setempat sejak dulu.
Untuk kealamian lingkungan situ sukarame ini masih cukup baik, hanya pendangkalan di area air masuk cukup cepat, sehingga dengan cepat juga langsung dijadikan sawah oleh warga.
Dengan kedalaman lebih dari 10m dan luas lebih dari 5000m2 tentu beragam spesies biota air sangat banyak di sini, dengan campuran spesies asli dan pendatang yang bercampur baur dalam ekosistem, seperti jenis-jenis ikan lokal yang masih umum di jumpai di danau ini diantaranya ikan moa, lelelokal, genggehek/wader/tawes, nilem, benteur, parai/wader pari/cere sawah, bogo/gabus hitam, belut dan udang, juga banyak spesies yang sengaja di datangkan seperti julung-julung, tampele/cupang sawah yang adalah spesies asli dataran rendah.
Di danau ini juga banyak di temukan ikan introduksi yang sengaja di tanam pemerintah daerah setempat, seperti ikan mas, nila dan bawal. Di sini juga mudah di temukan remis dan kijing/kerang air tawar yang bisa tumbuh sampai sebesar piring dengan berat bisa lebih 1kg.
Kadang kala terlihat juga burung air jenis ayam-ayaman yang merleher panjang berparuh lancip dan berbulu coklat terang, menurut cerita dahulunya banyak sekali kelompok burung air di situ ini, seperti blekok putih, kowak dan burung-burung jenis migrasi, tapi kini tak pernah kelihatan lagi, karna musnah oleh perburuan.
Di sini juga menjadi lokasi wisata perkemahan umum, seringkali ada yang berkemah di sini, karna lokasi yang alami dan tidak jauh dari akses jalan raya atau akses logistik di sini juga menjadi lokasi kemah para pramuka pada acara jambore.
Namun kini Situ Sukarame sudah banyak Perubahan dengan dikelolanya bersama perbaikan oleh Dinas Perikanan Dan Kelautan Kabupaten Sukabumi, nampak adanya perubahan yang lebih Eksentrik, dan mrnimbulkan pengunjung lebih betah untuk singgah.
RED











