Merasa Difitnah Media Online, Kadinsos Curhat Di Medsos

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

 

Kota Taengarang, infokowasi.com – Terkait pemberitaan terhadap dirinya yang dinilai kurang benar, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tangerang, Suli Rosadi curhat di medsos. Hal tersebut langsung mengundang reaksi keras dari kalangan wartawan yang bekerja di ruang lingkup pemerintah Kota Tangerang.

Curhatan yang diunggah Suli pada Jum’at (27/03/2020) kemarin, selain dinilai berlebihan, postingan tersebut juga dinilai kurang beretika lantaran Suli Rosadi dianggap belum dapat membedakan antara berita fitnah dan fakta, seperti dikutip dari salah satu media lokal Banten.

tweet Kadinsos
tweet Kadinsos

“Kalaupun dalam pemberitaan itu dianggap kurang berimbang, ya harusnya ada hak bantah atau klarifikasi yang bersangkutan. Bukan curhat dimedsos, jadi ‘baper’ (terbawa perasaan). Tidak elok, padahal ada hak jawab dan kalrifikasi, itu harusnya dia lakukan,” Kata Andi Lala selaku Ketua Forum Wartawan Tangerang.

Baca Juga :  Nota LKPJ Bupati Sukabumi Diterima DPRD Kab. Sukabumi

Menurut Lala, Hak Jawab merupakan hak seseorang atau kelompok untuk memberikan tanggapan atau sanggahan. Jika pemberitaan berupa fakta dianggap merugikan nama seseorang di Lembaga Dinas Sosial tersebut, seharusnya kata Lala segera di klarifikasi oleh yang bersangkutan dengan memanggil media yang telah memberitakannya itu.

“Dengan dia curhat di medsos tanpa klarifikasi dan bantahan, sama saja menunjukan kebodohannya sebagai kepala dinas,” jelas Lala.

Lala juga menambahkan, peraturan tentang hak jawab tersebut tertuang dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 di Pasal 1, Pasal 5, Pasal 11, dan Pasal 15.

Baca Juga :  Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar Resmi Berlaku

“Kadinsos jangan baper, beri hak jawab,” tambah Lala.

Diketahui sebelumnya, Kadinsos Kota Tangerang itu lewat akun media sosial pribadinya mengaku merasa difitnah telah mengusir orang terlantar oleh salah satu media online.

Dalam postingan tersebut, Suli justru mengaku bahwa dirinya telah memberikan fasilitas menginap dirumah singgah kepada orang terlantar, dan membatah bahwa Ia telah melakukan pengusiran.

“karena Ybs memang harus ke Dinsos Prov Banten dengan bekal Surat dari Dinsos Prov Jabar. Kepulangan antar Provinsi menjadi kewenangan Dinas Provinsi karena Orang ini pulangnya ke Provinsi Sumatera Utara,” tulis Suli dalam postingannya tersebut.

Baca Juga :  Penting! Pedoman PSBB Kota Sukabumi

Meski begitu, Ia mengaku justru akan tetap membiarkan berita yang dinilai menyudutkannya itu beredar tanpa sanggahan. Karena kata Suli, bila ada berita selanjutnya maka berita yang pertama tak ada yang membacanya lagi, sehingga akan menjadi sebuah ladang dosa bagi media yang diniliai melakukan fitnah atas dirinya.

“Dosa jariyah seumur hidup akan berlangsung setiap ada yang membaca. Astaghfirullah hal azim,” tulis Suli.

Laporan :Iwa Kuswara
Editor: Yossy

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here