Nasib Maskapai Kritis, 25 Juta Pekerja Terancam PHK

Nasib Maskapai Kritis, 25 Juta Pekerja Terancam PHK

Jakarta, infokowasi.com – Sekitar 25 juta pekerja industri penerbangan, terancam di PHK. Hal itu diperkirakan akan segera terjadi seiring terus berlangsungnya wabah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda dunia.

Dilansir infokowasi.com dalam press release yang diunggah situs resminya, Jumat (10/4/2020), spekulasi itu pun dibahas oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau IATA. Di situ disebut akan ada trend pemecatan besar-besaran di industri penerbangan akibat dampak virus mematikan tersebut.

Nasib Maskapai Kritis, 25 Juta Pekerja Terancam PHK
CEO IATA, Alexandre De Juniac

Menurut IATA, hingga saat ini ada sekitar 65,5 juta orang di dunia yang tergantung pada industri penerbangan. Termasuk juga di dalamnya sektor travel dan pariwisata. Sekitar 2,7 juta di antaranya adalah orang yang bekerja di industri penerbangan global.

Baca Juga :  Pemerintah Melalui BPP Jampangkulon akan Dukung Kembangkan, Potensi Kelompok Wanita Tani Ciparay

Melihat trend lockdown yang diterapkan sejumlah negara selama tiga bulan belakangan ini, IATA memperkirakan bahwa ada sekitar 25 juta pekerja di industri penerbangan dan terkait yang tengah berada di ujung tanduk.

Secara teknis, angkanya adalah 11,2 juta pekerja di Asia Pasifik, 5,6 juta pekerja di Eropa, 2,9 juta pekerja di Amerika Latin, 2 juta pekerja di Amerika Utara, 2 juta peekrja di Afrika dan 0,9 juta pekerja di Timur Tengah yang akan terdampak oleh penurunan di industri penerbangan dan sektor terkait secara global.

Baca Juga :  Kerenn !!! Pemkab Sukabumi 6 Kali Raih Opini WTP

Masih dalam skenario yang sama, maskapai diprediksi akan mengalami penurunan revenue sepanjang tahun sejumlah USD 252 milyar di tahun 2020 dibandingkan tahun 2019. Kuartal kedua tahun ini diperkirakan akan sangat vital. Prediksi terburuk, akan ada penurunan sekitar 70% dan uang tunai yang dibakar hingga USD 61 miyar.

“Tak ada kata yang dapat menggambarkan kerugian dahsyat akibat COVID-19 pada industri penerbangan. Kerugian ekonomi itu akan dibagi pada 25 juta orang yang bekerja pada industri terkait. Nasib maskapai sekarang sedang kritis,” ujar Ketua Umum dan CEO IATA, Alexandre de Juniac.

Baca Juga :  Leasing Resmi Umumkan Cara Pengajuan Keringanan Cicilan

Selain meminta bantuan ekonomi dan keringanan aturan pada Pemerintah di berbagai negara, pihak maskapai di bawah IATA diharap untuk segera bangkit dan bersiap kembali apabila pandemi corona telah usai.

“Maskapai akan terus mencoba menghubungkan dunia, dan kami akan melakukannya lewat aneka model bisnis. Tapi, proses industri akan butuh waktu untuk beradaptasi. Kami harus segera mengerjakan ini dengan cepat. Sekitar 25 juta pekerja yang berada di ujung tanduk sangat bergantung pada efisiensi yang dilakukan industri,” pungkas Juniac.

Laporan : Iwa Kuswara
Editor : Yossy SUryadi

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here