Operasi Senyap KPK Berhasil Tangkap 46 Koruptor

operasi senyap kpk
Jakarta, infokowasi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tiga bulan pertama KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri mendapat apresiasi AM Hendropriyono sang guru intelejen atas keberhasilan KPK menangkap 46 orang melalui kerja senyap.

“KPK yang sekarang tidak koar-koar memanggil media, sok melakukan OTT (operasi tangkap tangan), untuk mendapatkan popularitas murahan,” kata Hendropriyono kepada wartawan, Sabtu (28/3/2020).

Sebelumnya Hendropriyono menerima penjelasan dari Firli Bahuri bahwa KPK telah menahan 46 orang tersangka korupsi dan akan segera mengadilinya. Dia mengatakan tim penyelidik, penyidik, penuntut umun, eksekusi, monitoring, tim surveillance masih tetap bekerja di tengah ancaman wabah virus Corona (COVID-19).

Baca Juga :  Koramil Kembayan Bersama Muspika Sosialisasikan New Normal Kepada Pengurus Rumah Ibadah

Firli, lanjutnya, menyebutkan kegiatan penyidikan, penggeledahan, penyitaan, pencarian terhadap orang yang masuk DPO adalah pekerjaan dengan risiko mempertaruhkan nyawa.

“Kegiatan pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka tetap dijalankan karena tidak bisa ditunda terkait dengan waktu penahanan tersangka. JPU (jaksa penuntut umum) pun melakukan inovasi dan menyelesaikan perkara melalui video conference,” terang Hendropriono.

Hendropriyono juga melihat ada pendekatan berbeda yang dilakukan pimpinan KPK saat ini. Dirinya melihat KPK yang sekarang bekerja tanpa banyak publikasi. KPK di bawah Firli Bahuri menekankan pada keseimbangan hak-hak hukum para terduga koruptor sebagai manusia tanpa kehilangan ketegasan dalam memberantas korupsi.

Baca Juga :  Besok, Operasi Gabungan Penggunaan Masker Digelar di Pantai Pangandaran

“KPK sekarang sangat manusiawi terhadap orang yang belum tentu salah, tetapi sangat tegas terhadap koruptor,” ujar mantan Kepala BIN itu.

Hendropriyono menambahkan, dalam tiga bulan ini, sudah terdapat puluhan tersangka yang telah secara hukum siap diadili. Hendropriyono juga mendukung langkah Firli Bahuri yang tegas mengancam menuntut hukuman mati bagi para pelaku korupsi dana alokasi bencana Corona.

“Mantap! Silent is golden!” Pungkas Hendropriyono.

Laporan: Iwa Kuswara
Editor: Dadan Haekal

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here