Pemerintah Desa Jampangtengah Berikan Penyuluhan Penyandang Difabel Serta Perlindungan Anak

Laporan : Robbi Sugara

INFOKOWASI.COM, Jampangtengah-Sukabumi
Hari ini Senin, 05 Oktober 2020 Pemdes Jampangtengah melakukan bimbingan serta penyuluhan tentang penanganan penyandang difabel serta penyuluhan tentang penguatan perlindungan terhadap anak, bertempat di aula Desa Jampangtengah Kecamatan Jampangtengah.

Acara dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama penyuluhan tentang penyandang difabel dimulai pukul 09.00 sampai pukul 12.00, semmentara sesi dua penyuluhan tentang perlindungan anak dari pukul 13.00 sampai pukul 15.00 WIB.

Sasaran dari kegiatan tersebut adalah para Ketua RT, Ketua RW, Para Kader Posyandu, Kader PKK serta perangkat desa lainnya, tercatat jumlah peserta keseluruhan 40 orang.

Baca Juga :  DPC ABPEDNAS Kabupaten Sukabumi Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran Babakan Cengkuk Cikakak

Hadir membuka acara H. Mamay Kamaludin, S.Ip, selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Jampangtengah, Mamay mengaku sangat apresiasi terhadap program Pemdes Jampangtengah yang selalu proaktif terhadap permasalahan di tengah kehidupan masyarakat. Mamay berharap penyuluhan tersebut bisa menekan permasalahan bagi penyandang difabel serta dapat mengurangi sekaligus mencegah kekerasan terhadap anak.

Dua narasumber menyampaikan materi penanganan difabel yaitu Rahmat Mulyadi dan Itsmi Fathya dari Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

Sementara penyampaian materi perlindungan terhadap anak disampaikan oleh Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi yaitu Hj.Aisah, SE. AK.M.Sc.

Baca Juga :  Gebrakan Bersama Muspika Parungkuda Dan Budpora Palabuhanratu, Bagikan Masker Di Pasar Parungkuda

H. Agus Jayadi Ramli, S.Hut. Kepala Desa Jampangtengah sebagai penanggungjawab kegiatan menuturkan bahwa masyarakat perlu mengerti serta memahami cara dan langkah-langkah mengurus warga penyandang difabel.
“sedikit-sedikit kami mencoba mensosialisasikan tentang difabel, karena tidak kurang warga tidak memahami apa itu difabel, terutama cara menangani kaum difabel, terkadang disamaratakan terkadang juga berlebihan”, terang Agus.

Istilah difabel dan disabilitas sendiri memiliki makna yang agak berlainan. Difabel (different ability—kemampuan berbeda) didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan dalam menjalankan aktivitas berbeda bila dibandingkan dengan orang-orang kebanyakan, serta belum tentu diartikan sebagai “cacat” atau disabled. Sementara itu, disabilitas (disability) didefinisikan sebagai seseorang yang belum mampu berakomodasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga menyebabkan disabilitas.

Baca Juga :  Tuntut THR Dibayar Full PT. YoungHyun Star Kembali Didemo

Terkait dengan Penyuluhan tentang penguatan perlindungan terhadap anak, Agus berharap Desa Jampangtengah bisa terhindar dari kasus-kasus kekerasan terhadap anak, menurut Agus pondasi utama adalah kepala keluarga sebagai pelindung anak, baik dari kekerasan, eksploitasi, pelecehan serta gangguan lain.
“ kami ingin memberikan wadah yang menyediakan perlindungan baik di dalam dan luar rumah bagi semua anak”, pungkas Agus.

YUD

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here