Puncak Pamancar: Spot Baru, Sensasi dan Kepuasan Penjelajahan

Puncak Pamancar: Spot Baru, Sensasi dan Kepuasan Penjelajahan

infokowasi.com, SukabumiDari ketinggian Puncak Pamancar terlihat menghampar lahan perkebunan, persawahan, dan perkampungan, melukiskan warna dengan sejuta pesona.

Para penjelajah dan pencari destinasi memang tidak akan pernah terhenti walau jauh selalu terus dikejar, terlebih bila memang jarak dekat di pelupuk mata.
Tidak akan terpuaskan semua dahaga terkecuali sampai di tempat tujuan, walau lelah berkeringat bukan penghalang itulah Perburuan mensyukuri keindahan alam.

Puncak Pamancar: Spot Baru, Sensasi dan Kepuasan Penjelajahan
Spot wisata baru perbukitan di Desa Jampangtengah mulai dilirik para pecinta jelajah alam, dengan ketinggian 750 meter di atas permukaan laut (mdpl) walau tidak terlalu tinggi, tetap saja memeras peluh, namun semua akan terhapuskan, segala lelah hilang saat menggapai puncak.

Baca Juga :  Oknum Ustadz Yang Membuat Isu Bahwa Jumat (8 Mei 2020) Akan Ada Dukhon

Puncak Pamancar: Spot Baru, Sensasi dan Kepuasan Penjelajahan
Lokasi terletak di dalam area perkebunan PT. Sindu Agung, memiliki beberapa akses jalan, walau semua jalur merupakan jalan kecil yang biasa dilalui para petani, demikian juga menjadi jalur pendakian bagi para pengunjung.

Puncak Pamancar: Spot Baru, Sensasi dan Kepuasan Penjelajahan
Letak Demografi Puncak Pamancar bisa dilalui melalui beberapa tempat, bisa melalui Kampung Jelebud, bisa dari Kampung Cilawang, dari Cipesing atau dari Ciguha, Desa Jampangtengah. Meminta petunjuk warga pun tidak akan sulit, masyarakat sekitar sudah mengenal Puncak Pamancar, dulu merupakan tempat berdirinya sebuah relay stasiun televisi.

Sementara hitungan jarak dari pusat Kecamatan Jampangtengah sekitar dua kilometer.

Baca Juga :  Sukabumi, Ketua FKPPLH MoU dengan Kelompok Jasling

Sensasi luar biasa akan kita dapatkan terlebih perjalanan hanya dengan berjalan kaki, layaknya mendaki akan menguras tenaga, namun jangan khawatir perjalan selama satu jam tidak akan terasa dengan pengobat semua keindahan di sepanjang jalan, kiri kanan dihiasi bunga ilalang, berbagai jenis tanaman milik para petani setempat, menghijau memenuhi mata.

Bonus tiada terkira saat beruntung memandang Gunung Gede serta Gunung Salak yang berdampingan, spot terindah saat senja dengan matahari terbenam, atau saat fajar menyingsing, dikala mentari terbit memunculkan cahaya jingga di ufuk langit.

Jadi, berkemah merupakan kegiatan terbaik di Puncak Pamancar.Puncak Pamancar: Spot Baru, Sensasi dan Kepuasan Penjelajahan

Baca Juga :  Update Data Covid-19 Kota Sukabumi, Senin 22 Juni 2020

Sementara Kepala Desa Jampangtengah H. Agus Jayadi Ramli, S.Hut., menjelaskan bahwa pemerintahan desa akan mendukung bila memang Puncak Pamancar akan dijadikan sebagai destinasi wisata, terlebih perkebunan PT. Sindu Agung pun menyatakan siap bekerjasama.

Agus pun menyatakan hal utama yang harus diperhatikan ialah akses jalan, namun mengingat situasi saat ini anggaran berbenturan dengan pandemi tentu sangat sulit, menurutnya paling beberapa tahun kedepan baru bisa masuk menjadi skala prioritas.

Laporan   : Robi Sugara

Editor       : M. Kuncir

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here