Infokowasi.com – Dodongkal atau Kue Dongkal merupakan salah satu makanan tradisional khas Jawa Barat yang memiliki cita rasa unik dan sudah menjadi bagian dari jajanan rakyat. Terbuat dari bahan utama tepung beras yang dicampur dengan gula merah, dodongkal semakin lezat dengan taburan parutan kelapa di atasnya, menjadikannya camilan yang begitu menggugah selera.
Salah satu varian dodongkal yang cukup legendaris dan dikenal di wilayah ini adalah Dodongkal Wayaw yang diproduksi oleh Mang Ubid, di Jalan Cikiray Kaler RT 03 RW 07, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di rumah produksi Dodongkal Wayaw, tim RCL berkesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan dodongkal yang sangat digemari oleh masyarakat setempat.
Sang pemilik usaha, Mang Ubid, dengan antusias menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai sejak tahun 2018. Ia menjelaskan bahwa dodongkal memiliki adonan dasar yang serupa dengan kue putu, yakni tepung beras dan gula aren. Meskipun memiliki kesamaan bahan, tekstur dodongkal yang sudah matang lebih kenyal dibandingkan kue putu, serta tidak menggunakan daun suji, yang membuatnya berwarna putih.
Proses pembuatan dodongkal sangat khas. Jika pada kue putu biasanya digunakan cetakan bambu atau pipa, maka dodongkal dikukus menggunakan alat tradisional Sunda yang disebut Aseupan. Alat ini terbuat dari anyaman bambu berbentuk kerucut yang ditempatkan di dalam pengukus tradisional Sunda, yang dikenal dengan nama Seeng.
Seeng memiliki desain yang unik, dengan bagian tengah yang ramping dan bagian leher serta dasar yang lebih lebar, sehingga uap dapat terkumpul di dalamnya untuk menjaga suhu dodongkal tetap hangat selama proses pengukusan.
Salah satu hal yang membedakan dodongkal dari makanan tradisional lainnya adalah tekstur belang-belang yang terbentuk dari lapisan berulang tepung beras dan gula aren selama proses pengukusan. Setelah matang, dodongkal dibentuk seperti nasi tumpeng dan dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil yang siap disantap. Agar lebih nikmat, dodongkal biasanya ditaburi dengan parutan kelapa yang menambah rasa gurih pada camilan ini.
Dodongkal Wayaw kini menjadi pilihan utama bagi warga sekitar Sukabumi yang mencari camilan tradisional dengan cita rasa autentik. Keunikan dan rasa yang khas dari dodongkal ini menjadikannya makanan yang patut untuk terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan kuliner Jawa Barat. (Robi)









