Tiga Desa Di Kecamatan Jampangtengah Mendapatkan Peninjauan Tim Verifikasi ODF Propinsi Jawa Barat

Infokowasi.com, Sukabumi

Hari ini Kamis, 10 Juni 2021, Tim ODF Provinsi Jawa Barat meninjau beberapa tempat di Kecamatan Jampangtengah untuk melakukan verifikasi.

Petugas verifikasi datang langsung melakukan penilaian dilapangan didampingi oleh Tim Pendamping dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Forkopincam Jampangtengah, Kepala UPTD Puskesmas Jampangtengah, Kades, Satgas ODF Tingkat Kecamatan, serta Satgas Desa.

Camat Jampangtengah, Drs. Sabar Suko memaparkan secara umum kegiatan berjalan lancar, menurut Sabar, kegiatan merupakan tahapan dalam rangka mendukung Program Bupati Sukabumi untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi Open Defecatin Free (ODF) atau bebas Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Sebelumnya, sebelas desa di Kecamatan Jampangtengah telah mendeklarasikan ODF dan siap diverifikasi, tiga desa hari ini menjadi lokasi verifikasi yaitu Desa Tanjungsari, Desa Padabeunghar, dan Desa Panumbangan.

Baca Juga :  Satgas PPKM Desa Cijulang Sterillisasi Dua Kampung Terkait Temuan Kasus Covid -19

“berkat sosialisasi mengenai pentingnya tidak Buang Air Besar sembarangan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilakukan oleh segenap unsur pemerintahan dan Satgas ODF, kemudian penertiban tempat – tempat BAB yang tidak memenuhi syarat PHBS, lalu upaya memenuhi sarana dan prasarana Jamban yang sehat melalui program pembangunan MCK, bantuan pembuatan septiktank serta toilet, ditambah dengan pemberian bantuan sarana air bersih dari anggaran ADD /DD , dari dinas terkait dan CSR perusahaan, tingkat ketersediaan sarana dan prasarana untuk mendukung upaya bebas ODF di Kecamatan Jampangtengah meningkat”, jelas Sabar.

“kesadaran masyarakat tentang bahaya BAB sembarangan serta pentingnya PHBS meningkat, bahkan masyarakat melaksanakan program dari, oleh, dan untuk masyarakat dengan cara lelang kebaikan untuk penyediaan sarana jamban dan arisan jamban sehat keluarga oleh masyarakat, sehingga Kecamatan Jampangtengah Bebas ODF, ini terbukti dengan tidak adannya temuan masyarakat yang masih BAB sembarangan pada saat verifikasi”, tandas Sabar.

Baca Juga :  Covid-19 Purwakarta: ODP dan PDP 8, Positif 6 Orang

“harapan kami dengan adanya verifikasi ini akan menambah wawasan, menambah kesadaran masyarakat dalam PHBS, banyak hikmah yang bisa diambil, serta kami ucapkan terima kasih kepada Forkopincam, Kades, Tim Kesehatan, Satgas ODF Kecamatan dan desa atas segala usaha tidak mengenal lelah dalam mewujudkan Sukabumi Bebas ODF, serta terima kasih kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, seluruh warga masyarakat atas dukungan dan kesadarannya untuk stop BAB sembarangan”, pungkas Sabar Suko.

Sementara Kepala Desa Panumbangan Lalan Jaelani mengaku merasa lega usai mendapatkan peninjauan Tim verifikasi ODF dari Provinsi.

Baca Juga :  Laksanakan Program Pemerintah, Giliran Puluhan Guru Paud Di Jampangtengah Terima Vaksin

“kami merasa terhormat ketika Desa Kami menjadi salah satu pilot project ODF di Kecamatan Jampangtengah, terlebih respon para Verifikator yang terlihat puas saat melakukan peninjauan”, ungkap Lani.

Senada dengan itu, Ence Rohendi S. sebagai salah satu Satgas ODF Desa Padabeunghar pun menyimpulkan bahwa dalam kegiatan verifikasi yang dilakukan tim di wilayah Desa Padabeunghar dirasa memberikan respon positif.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, Kami tidak menemukan kendala, semua berjalan sesuai harapan”, pungkas Ence Rohendi.

Robby S /Red

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here