Beranda SUKABUMI Warga Kosambi Jampangtengah Swadaya Perbaiki Irigasi Berharap Pemerintah Berikan Bantuan

Warga Kosambi Jampangtengah Swadaya Perbaiki Irigasi Berharap Pemerintah Berikan Bantuan

Laporan : Robby Sugara

INFOKOWASI.COM, Sukabumi

Sebuah saluran irigasi sebagai sarana untuk mengairi sawah warga di Kampung Kosambi RT 11 RW 03 Desa Padabeunghar Kecamatan Jampangtengah sejak lama mengalami kerusakan, sehingga dikhawatirkan sekitar 42 Hektare lahan pertanian akan mengalami kekeringan.

Sementara lokasi irigasi yang ambrol berada di Muara Cibadong Cimandiri berdekatan dengan Jembatan Merah Bantarjati, dengan panjang kerusakan sekitar 9 meter.
Diperkirakan air dari sepanjang irigasi ini digunakan oleh sekitar 2.700 pemanfaat.
Ustadz Encep salah seorang tokoh masyarakat setempat memberikan penuturan bahwa awalnya saluran irigasi tersebut merupakan program Dinas PU melalui Dinas pertanian dibangun sekitar tiga tahun silam, sayangnya tidak bertahan lama, jebol dan tergerus ketika arus banjir.

“dari awal pembangunan bendungan irigasi ini sudah tiga kali jebol, setiap jebol pula diperbaiki secara swadaya oleh warga, segala cara sudah dicoba termasuk penggunaan kawat bronjong”, ucap Encep.
Lebih lanjut Ustadz Encep menjelaskan sampai saat ini proses perbaikan dari pihak pemerintah tidak kunjung datang.
“akhirnya kami seluruh pemanfaat memutuskan untuk kembali memperbaiki irigasi ini dengan swadaya, saya sebagai ketua panitia”, jelas Encep.
“setiap pemanfaat ditarik iuran sebesar dua puluh ribu rupiah perpatok, walau tidak semua bisa membayar, Alhamdulillah program swadaya perbaikan bisa berjalan, walau banyak tersendat”, kembali tutur Encep.

Ketika menunjukkan lokasi, progres perbaikan sudah terlihat kisaran 60 persen, walau demikian saluran irigasi yang dibentuk seperti jembatan atau talang dengan teknik pengecoran ini sedikit sudah dibisa dimanfaatkan.
“sebelumnya pun ketika irigasi rusak warga memanfaatkan bendungan bambu sebagai talang penyambung air, namun tetap tidak bisa maksimal, kebanyakan tidak terairi”, jelas Encep

Sementara pembangunan yang sudah berjalan, diperkirakan sudah menghabiskan anggaran sekitar 40 juta rupiah.
“bisa diperkirakan untuk mencapai selesai 100 persen masih diperlukan sekitar 45 juta rupiah lagi”, ujar Encep.
Selanjutnya Ustadz Encep pun bercerita bahwa hasil panen musim ini, banyak petani yang terkena imbas, bahkan gagal panen, beberapa sawah mengalami kekeringan akibat jebolnya irigasi tersebut.
Encep juga mengeluhkan bahwa saat ini kepanitiaan pembangunan irigasi masih memiliki tanggungan utang bahan bangunan senilai 5 juta rupiah.

Warga berharap pemerintah melalui dinas instansi terkait bisa membantu memperbaiki saluran irigasi tersebut, mengingat keberadaannya sangat dibutuhkan oleh para penggarap sawah.

YUD

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakPelantikan Penjabat Sekda dan Pisah Sambut Sekda Kab.Sukabumi
Artikulli tjetërPerumda AM TJM Parungkuda Melakukan Perbaikan Saluran Air Bersih

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini