Beranda SUKABUMI 13 Warga Binaan Mendapat Asimilasi Di Lapas Kelas IIB Nyomplong

13 Warga Binaan Mendapat Asimilasi Di Lapas Kelas IIB Nyomplong

Laporan : Karim Lupus

INFOKOWASI.COM, Kota Sukabumi
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nyomplong Sukabumi melaksanakan program pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Ham dengan pemberian Asmilasi dirumah terhadap 13 orang warga binaannya.

Informasi yang dihimpun pewarta infokowasi.com.dilapangan, Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan Melalui Online (SITAPEULI) di Lapas Kelas IIB Nyomplong Kota Sukabumi, sesuai dengan keputusan Kemenkumham dan Perundang – undangan RI No. M. 02.PR.08.03 tahun 1999 tentang pembentukan Balai Pertimbangan Pemasyarakatan dan Permenkumham No. 32 tahun 2020 tentang pelaksanaan Asimilasi dirumah secara virtual oleh 13 orang warga binaan.

“Setelah melalui proses pemberkasan dan persidangan secara virtual kami bisa mengeluarkan 13 orang warga binaan untuk mendapatkan program Asimilasi diluar dan diserahkan kepada Balai Pengawasan Lapas (Bapas) untuk melakukan pengawasan,” ungkap Kepala Lapas Kelas IIB Nyomplong Sukabumi Christo Toar kepada wartawan di usai melaksanakan sidang Aula Lapas, Selasa (26/2/2021).

Dijelaskan Christo adapun persyaratan bagi warga binaan Lapas yang mendapatkan program Asimilasi yakni berkelakuan baik, sudah menjalani masa pidana minimal 6 bulan dan setengah dua pertiganya jatuh pada akhir 30 juni 2021.

“Dari 13 orang warga binaan yang mendapatkan Asimilasi mayoritas kasus pidana umum seperti pencurian dan penganiayaan,” ulasnya.

Selain itu Christo,menambahkan, pihaknya menghitung terdapat 34 orang warga binaan yang mendapat Program Asimilasi ini, minggu ini 13 orang, minggu depan 12 orang dan sisanya pada akhir bulan juni 2021.

Kami menghimbau kepada warga binaan yang telah mendapatkan Asimilasi agar melakukan pelaporan terhadap petugas Bapas di Pos Bapas Sukabumi dan mematuhi PROKES( protokol kesehatan,)karena percuma kita berikan asimilasi diluar untuk menekan Covid-19 tetapi setelah diluar mereka tidak mematuhi prokes yang akhirnya bisa sakit, lebih bagus mungkin di dalam dari pada mereka diluar. “pungkasnya.

RED

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakRapat Paripurna I tahun 2021 DPRD Kab.Sukabumi Usulkan Pemberhentian Dan Pelantikan Bupati Wakil Bupati
Artikulli tjetërPresiden Jokowi Serukan Langkah Global Tangani Dampak Perubahan Iklim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini