Infokowasi.com, Sukabumi
Geliat Industri Kecil usaha rumahan paska pandemi terus merangkak, lebih dari dua tahun para pengusaha UMKM rumahan nyaris sepi order.
Seperti para pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengrajin batu alam ukir AR STONES , yang berbahan Batu Posil asal Kecamatan Cikembar terus bertahan berproduksi walau pemasaran hanya mengandalkan pasar lokal.

Dade Supratman salah seorang pengusaha dari lima pengusaha pengrajin Batu Alam ukir asal Kampung Sungapan RT 03 RT 10 Desa Bojong Kecamatan Cikembar memaparkan saat ini pabrik rumahan miliknya terus mempertahankan produksinya meski order hanya terbatas pasaran lokal.
“Ya kita kalau bicara produksi kita tetap masih berjalan walau hanya mengandalkan para pengepul serta gerai yang dekat – dekat saja,” ucap Dade.
“Memang kita pemasaran masih hanya mengandalkan pasaran lokal saat ini, ya, cita – cita kita besar sih pengennya masuk pasaran internasional atau ekspor ke luar negeri, tapi kita kesulitan untuk menembus itu,” imbuh Dade.
“Ya, kalau boleh berharap sih, adanya campur tangan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan, untuk segi pemasaran hasil produksi kami ke luar negeri, ya semacam pameran yang melibatkan para pengusaha dari luar, sehingga kita bisa bertemu dan menawarkan hasil produksi kita,” tambah Dade.

“Kan kalau Batu alam ukir kebanyakan peminat nya dari masyarakat kalangan tingkat ekonomi menengah ke atas , jadi ini penting sekali bisa tembus ke pasar internasional atau sekala ekspor, ya dengan semua itu ketika kita bisa tembus pasar internasional sudah tentu, bisa meningkatkan Devisa ke negara,” tandas Dade.
“Selain itu juga kami para pengusaha rumahan ini , dalam aktivitas sehari hari melibatkan para puluhan perkerja, sehingga di saat seperti ini paska pandemi, bisa mengurangi angka pengangguran, intinya kita ingin meningkatkan pendapatan juga peningkatan dari segi produksi kita, ya kalau kita terus mengandalkan pemasaran seperti ini, akan kesulitan berkembang ke depan, ya semoga saja kami para UMKM secepatnya ada Bapak angkat atau pengusaha besar atau investor yang mau menjadi Bapak angkat kami dalam segi pemasaran ke luar negeri atau pihak pemerintah daerah bisa menjembatani kami , agar hasil produksi kami bisa menembus pasar internasional,” pungkas Dade
Heri setiawan









