Beranda Advertorial Desa Wisata Kabandungan: Dari Hasil Bumi Menjadi Produk Unggulan, Ekonomi Warga Terus...

Desa Wisata Kabandungan: Dari Hasil Bumi Menjadi Produk Unggulan, Ekonomi Warga Terus Dikuatkan

Infokowasi.com — Potensi desa tidak hanya terhampar dalam keindahan alam dan kekayaan budayanya. Di tangan masyarakat kreatif, hasil bumi yang selama ini menjadi komoditas pertanian juga mampu bertransformasi menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus membuka peluang baru bagi kesejahteraan warga.

Hal tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan di Desa Wisata Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, meninjau langsung sejumlah produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif yang tumbuh dari potensi lokal masyarakat.

Dalam kunjungannya, Ali Iskandar melihat berbagai produk unggulan warga, mulai dari Sambal Garing Mak Entin yang memanfaatkan hasil panen cabai, Beras Hitam yang dikembangkan melalui kerja sama dengan kelompok tani, Si Peto (Permen Tomat) yang mengolah melimpahnya hasil panen tomat, hingga Gula Aren yang menjadi salah satu produk potensial masyarakat setempat.

Produk-produk tersebut menunjukkan bagaimana kreativitas masyarakat mampu menjadi solusi ketika hasil pertanian mengalami persoalan, terutama saat produksi melimpah namun harga komoditas di pasaran justru menurun.

Ali Iskandar melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk menciptakan nilai tambah. Hasil bumi tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk yang memiliki daya jual, identitas, serta peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurutnya, pengembangan potensi desa perlu dilakukan secara menyeluruh. Penguatan tidak cukup hanya pada sisi produksi, tetapi juga harus menyentuh kualitas kemasan, strategi pemasaran, akses pasar, pengembangan ekonomi kreatif, hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Ke depannya, penguatan tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga mencakup kemasan, pemasaran, akses pasar, pengembangan ekonomi kreatif, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), agar produk lokal semakin memiliki identitas dan daya saing,” ujar Ali Iskandar.

Langkah tersebut dinilai penting agar produk-produk masyarakat Desa Wisata Kabandungan tidak hanya dikenal sebagai hasil olahan rumahan, tetapi mampu berkembang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Ketika wisatawan datang menikmati alam dan budaya Kabandungan, produk UMKM masyarakat dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan mereka. Dengan demikian, aktivitas pariwisata tidak hanya menghadirkan kunjungan, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun desa wisata yang tidak hanya mengandalkan daya tarik destinasi, tetapi juga menjadikan kreativitas masyarakat sebagai kekuatan utama.

Dari hasil bumi menjadi karya. Dari kreativitas menjadi peluang. Dari desa, untuk masa depan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.

Desa Wisata Kabandungan pun terus diarahkan menjadi ruang tumbuh bagi potensi alam, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif masyarakat.

Desa Wisata Kabandungan, terdepan dalam alam dan budaya, menuju penguatan ekonomi masyarakat.(ASR)

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakAQIQAH Q-TA SUKABUMI: Satu Dekade Menjadi Mitra Setia Ibadah Aqiqah dan Qurban dengan Harga Terjangkau