Destinasi Wisata Curug Katineng, Curug Saketeng Dengan Penangkaran Lebah Madu Di Desa Sindangresmi Jampangtengah

Laporan : Robbi Sugara (Jampangtengah)

INFOKOWASI.COM, Sukabumi

Sebuah destinasi wisata kembali hadir, berlokasi di Kampung Lembursitu RT 07 RW 02 Desa Sindangresmi Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi, tata letak cukup strategis, mengingat Desa Sindangresmi berada tepat di jalur provinsi ruas Panggeleseran – Surade. Menuju lokasi, masuk melalui jalan desa dengan kondisi sangat baik, dengan jarak sekitar 5 kilometer memakan waktu 10 sampai 15 menit.

Wisata alam berupa air terjun terintegrasi dengan wisata edukasi berhubungan dengan penangkaran lebah serta produksi madu alami. Lokasi berada dalam satu kawasan dikelola secara mandiri oleh Endang Bratajaya (26), area pemanfaatan merupakan lahan milik pribadi Sang Kakek yaitu Kakek Ahom. Diperkirakan kawasan wisata tersebut memiliki luas 2000 meter persegi.
Dua air terjun berada dilokasi dalam proses pengelolaan, Curug Saketeng dan Curug Katineung memiliki ketinggian hampir sama kisaran 15 meter karakter pun relatif sama yaitu membentuk dua tahapan, keduanya berjarak 20 meter, dengan sumber dari mata air masing-masing, terlebih disaat musim kemarau, murni dari mata air. Kedua air terjun tersebut bisa pula dinikmati pada saat malam hari, mengingat sudah dipasang lampu mengarah ke objek, dengan kata lain cocok untuk berkemah.

Baca Juga :  Hoaks, Artis Jeddar Disebut Ngungsi ke Sukabumi Hindari Sebaran Virus Corona

Lalu jangan khawatir, akses jalan sudah nyaman untuk dilalui, pelataran Curug sudah siap menampung dan memanjakan pengunjung dengan berbagai suguhan keindahan. Beberapa bangunan penunjang sudah dalam progres walau bentuk sederhana. Kawasan terlihat masih asri dengan ditumbuhi berbagai tumbuhan pandemik setempat, bahkan beberapa jenis hewan liar masih bisa dijumpai disana seperti beberapa jenis burung dan tupai.

Masih dilokasi sama, Endang Bratajaya, selain menata area air terjun, Endang pun sudah lama mengembangkan dan mengelola penangkaran lebah, tentu dengan penanganan tradisional sekaligus memproses pembuatan madu.
Rata-rata produksi setiap panen bisa menghasilkan 30 botol madu bahkan lebih, tergantung keadaan dan situasi. Keahlian luar biasa pun dimiliki Endang yaitu kemampuan mengobati mata menggunakan madu sejak 10 tahun lalu, belajar dari kecil secara otodidak.
Ada tiga jenis lebah diternak Endang, yaitu Lebah Madu (Tawon), Lebah hutan (Odeng), serta Trigona, sudah bertahun-tahun Endang mengembangkan penangkaran lebah tersebut, hanya baru tiga bulan lalu dibuka untuk umum untuk edukasi.

Baca Juga :  Guna Cegah Penyebaran Covid-19, Polsek Purabaya Laksanakan Giat Rutin Penyemprotan Disinfektan

“Kalau produksi madu itu tergantung musim tumbuhan berbunga”, jelas Endang, “musim bunganya banyak dan bagus, otomatis madu yang dihasilkan pun banyak dan berkualitas juga sebaliknya bunganya kurang, ya hasilnya juga bisa berkurang”, lanjut Endang.
“bahkan kalau keadaan tidak menguntungkan seperti terserang hama, produk madu bisa nihil sama sekali”, pungkas Endang.
Endang berharap pengelolaan Air terjun serta penangkaran lebah madu tersebut bisa menambah khazanah destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi.

Pengunjung memang sudah banyak berdatangan semenjak lama walau masih fluktuatif, dengan tujuan beragam, mengunjungi air terjun, sekedar ingin menyaksikan dan melihat lebah madu, bahkan kebanyakan mengunjungi keduanya. Sementara Nani Supyani Kasi Pemerintahan Desa Sindangresmi menyatakan bahwa pihak Pemdes sudah memiliki program, kedepan akan membantu mendorong memberdayakan lokasi tersebut karena memang memiliki prosfek sebagai penyangga Wisata Curug Pareang sudah lebih dulu dikenal, saat ini masih dalam proses pendataan pemilik lahan.

Baca Juga :  Info Terbaru (11/5/2020) Data Covid-19 Kota Sukabumi: PDP Bertambah 3

YUD

Print Friendly, PDF & Email
Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here