Harga Gula Berangsur Turun

Harga Gula Berangsur Turun

Infokowasi.com – Harga gula pasir yang sempat melambung tinggi di pasaran, mulai berangsur turun mendekati harga eceran tertinggi (HET) yang di tetap pemerintah Rp 12.500/ kg.

Hal ini diungkapkan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, saat melakukan pengecekan di Gudan Bulog Divisi Reguonal Jawa Barat di Bandung, Jumat (8/5).” Hari- hari ini harga gula sudah turun menjadi Rp.14.000/ kg, dan saya nenjamin sebelum lebaran nanti harganya akan stabil di tingkat Rp 12.000/ kg. Di ritel modern di seluruh Indonesia, harga gula sudah sangat stabil sesuai HET. Saya dan tim monitoring Kemendag akan terus memonitor pergerakan harga gula ini,” kata Agus Suparmanto.

Baca Juga :  Berita COVID-19 Kota Sukabumi, Selasa, 28 Juli 2020

Di Jawa Barat, harga gula memang sempat nelonjak hingga Rp 17.000/ kg. Kenaikan harga gula juga terjadi di sejumlah kota diIndonesia.
Sejumlah langkah terobosan memang dilakukan Kementerian Perdagangan untuk nenembalikan harga keposisi normal sesuai HET. Selain memangkas panjang halur distribusi, Kemendag juga menambah stok dari impor serta menugaskan BUMN dan swasta untuk mengelelola gula mentah menjadi gula kristal putih.

Selain itu, Kemendag juga menggandeng Satgas Pangan untuk mengawasi seluruh gudang logistik agar tidak terjadi penimbunan dan aksi spekulasi. Untuk memenuhi pasokan, operasi pasar juga dilakukan dengan menggeronjok puluhan ribu ton gula ke pasar rakyat di Jawa dan Sumatra.

Baca Juga :  Sukabumi, Sambut Idul Adha Kampung Bojongtengah Adakan Pemotongan Hewan Qurban

Tak hanya gula ,harga bawang putih juga mulai turun secara signifikan. Awal harga bawang putuh sempat menembus angka Rp 60.000/ kg. Namun kini harga komoditas ini, disebutkan Kemendag sudah mencapai Rp 15.000/ kg. Seperti bawang putih, harga, harga bawang bombai kini turun cukup drastis.

Agar harga bawang melorot, Kemendag melakukan relaksasi izin impor holtikultu dengan menerbitkan Permendag Nomor 27 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendag Nomor 44 Tahun 2019 yang berlaku 18 Maret hingga 31 Mei 2020.

Kemendag membebaskan perizinan impor (PI) bawang putih dan bawang bombai. Melalui relaksasi regulasi ini, stok bawang putih dan bombai kini cukup melimpah di pasaran sehingga harganya cenderung rendah.

Baca Juga :  Rumah Engkos Terbakar, Kerugian Mencapai Puluhan Juta

Dalam peninjauan di Gedung Bulog Divisi Regional Jawa Barat kemarin Nenteri Agus pun memastikan secara langsung barang kebutuhan pokok dalam kondisi yang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masayarakat stok di gudang tersebut beras mencapai 5,8 ribu ton, minyak goreng 250 ton, gula 551 ton, dan tepung tetigu 24 ton.

Menjelang lebaran 2020, Agus Suparmanto menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok dengan harga barang kebutuhan pokok dengan harga stabil dan semakin terjangkau oleh masyarakat.

Laporan: Dadan Haekal
Editor: WD

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here