Matinya PDAM Cabang Jampang Kulon, PDAM Pusat Perlu Turun Tangan

Sukabumi, infokowasi.com – Matinya aliran air dari perushaan Daerah Air Minum (PDAM) BUMD Kabupaten Sukabumi Cabang Jampang sejak minggu ketiga pada bulan April 2020, menyebabkan konsumen di wilayah Jampang Kulon pada Senin (4/5/2020) tak mendapatkan pasokan air.

Kejadian yang dianggap warga merupakan suatu hal aneh di PDAM Cabang Jampang Kulon tersebut justru kerap terjadi. Terlebih lagi di wilayah Surade, menurut penuturan para konsumen, hampir disetiap datangnya musim hujan kejadian seperti itu ibarat “langganan”.

Menurut informasi yang infokowasi.com dapat, pihak pengelola PDAM Cabang Jampang Kulon menyatakan bahwa PDAM masih memiliki ketersediaan air di penampungan yang dinilai cukup lancar untuk memenuhi kebutuhan konsumen, yaitu dengan kapasitas 9 liter/detik untuk didistribusikan kepada 900 konsumen.

Baca Juga :  Koseka SP 2020 Kecamatan Cidahu Laksanakan Pelatihan Mandiri PCL

Ke 900 konsumen PDAM tersebut tersebar di beberapa lokasi, diantaranya: Desa Karang Mekar, Kecamatan Cimanggu, Desa Cikarang, Padajaya, Tanjung, Kelurahan Jampang, Nagraksari, Ciparay, Kec. Jampag kulon. Untuk wilayah kecamatan Surade, Citanglar, Kel. surade, Pasir Ipis dan Desa Buniwangi.”

“Kendala yang dialami saat ini, belum di ketahui apalagi pada saat musim penghujan. Saat ini penyebabnya belum diketahui,” terang Suryaman bagian Teknisi Transmisi Distribusi, kepada wartawan (4/5/2020).

Lebih lanjut pihaknya juga mengakui bahwa kejadian tersebut memang sering kali terjadi. “Berdasarkan pengalaman, yang menjadi kendala seperti hari ini, kami belum memiliki alat deteksi air otomatis lancar sendiri sejak tahun 2008 lalu. Misal pengalaman dahulu ada kendala di titik (Reservoar) bak penampung air jampang kulon dan desa Citanglar Kecamatan Surade,” paparnya.

Baca Juga :  Launcing Jagung Hibrida, Sekda Minta Pembinaan Berkelanjutan

Berbeda dengan informasi yang di himpun wartawan, debit air menjadi Kendala air baku menuju tempat pengolahan dikarenakan debitnya masih minim. Seperti halnya yang terjadi pada tahun 2012. Dikhawatirkan kendala tersebut diakibatkan penyumbatan pipa oleh batu di kedalaman 1,5 meter di bawah tanah.

“Kejadian dulu pernah terjadi penyumbatan di saluran paralon tranmisi 8.Inc di sekitar belokan pipa yang di temukan kurang lebih seminggu dengan menggunakan alat manual dengan cara di gali tanahnya dan dilubangi lalu dibakar pipanya. Kejadiannya disekitar kawasan Nguluwung Desa Karang anyar Kecamatan Jampang Kulon,” tambahnya lagi.

Baca Juga :  Karut Marut Data Penerima Bansos, Istana : Pemda Harus Koreksi

Menurutnya saat ini pihak PDAM Sedang memastikan apa penyebab kendala yang terjadi. Karena hingga saat ini belum hal itu belum dapat diketahui secara pasti.

“PDAM Cabang Jampang Kulon berharap secepatnya ditemukan penyebabnya sambil menunggu hasil Bantuan dari PDAM Pusat melalui Kabag produksi H Warma dalam minggu-minggu ini” pungkasnya.

Laporan : M Kuncir
Editor : IK

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here