Pembelajaran Dalam Jaringan dan Pembelajaran Jarak Jauh, Pendidikan Masa Pandemi Corona

Pembelajaran Dalam Jaringan dan Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Masa Pandemi Corona

Sukabumi, infokowasi.com – Wabah Corona yang merebak bukan lagi endemi melainkan berubah istilah menjadi pandemi yang seolah mengguncang dunia, merubah sebagian wajah dunia, dan memunculkan paradigma baru dalam beberapa sendi kehidupan.

Salah satu paradigma yang mengalami pergeseran karena terpengaruh langsung oleh pandemi adalah pendidikan, sektor yang sangat dominan karena pelaku pendidikan adalah khalayak, ratusan ribu peserta didik, ribuan tenaga pengajar terdampak sangat signifikan.

Bagaimana tidak, seluruh jenjang dunia pendidikan dengan serta merta di pelosok negeri, menghentikan proses belajar mengajar secara manual untuk mengimbangi program social distancing, physical distancing, dan PSBB yang diterapkan pemerintah. Sehingga mau tidak mau semua pihak berupaya menggali metode baru pembelajaran, solusi yang serta merta diterapkan adalah pembelajaran dalam jaringan atau online, selain itu juga diluncurkan pula pembelajaran jarak jauh.

Berbagai teknik pembelajaran online pun selanjutnya diterapkan. Pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet merebak baik melalui aplikasi yang sederhana maupun aplikasi yang komplek, misalkan aplikasi yang sederhana yang banyak digunakan adalah aplikasi WhatsApp (WA), sementara yang lebih komplek lagi misalkan penggunaan aplikasi Video Conference diantaranya Zoom, Webex, Meetme dan lain-lain, aplikasi ini memungkinkan semua peserta bisa saling bertatap muka dan berinteraksi dalam sebuah relay meeting room.

Baca Juga :  Syukuran Kemenangan Marwan Iyos dan Konsolidasi Bacaleg Partai Nasdem 2024 Dapil III
Pembelajaran jarak jauh media televisi program pembelajaran disiarkan stasiun TVRI
Pembelajaran jarak jauh media televisi program pembelajaran disiarkan stasiun TVRI

Selanjutnya juga pemerintah mengeluarkan program pendidikan jarak jauh menggunakan media elektronik, dalam hal ini pemerintah berkolaborasi dengan stasiun TVRI, lembaga penyiaran pemerintah.

Mau tidak mau paradigma harus berubah, dalam keadaan terpaksa ataupun tidak terpaksa, yang jelas globalisasi sudah mendukung pembelajaran online yang mungkin saja ke depannya bisa menjadi kurikulum baku.

Achmad Taopiq Sudayat, M.Pd, Pamong pendidikan dan Ketua KKG Gugus Bojonglopang Jampangtengah menuturkan pendapatnya, permasalahan yang di hadapi antara lain:

  • Pembelajaran harus dilakukan jarak jauh
  • Kemampuan guru dalam menggunakan aplikasi pembelajaran masih kurang.
  • Tidak semua murid memiliki perangkat Hand phone berbasis android atau laptop
  • Jaringan internet atau sinyal tidak menjangkau seluruh wilayah.

Kemudian Kementerian  menerapkan pembelajaran jarak jauh melalui TVRI, menurutnya pula langkah yang diambil pemerintah sangat baik di kondisi darurat seperti ini.  Hal ini diharapkan menjadi salah satu cara pembelajaran yang bisa menjangkau ke seluruh Wilayah Indonesia. TVRI sebagai stasiun milik pemerintah bisa menunjukkan peran pentingnya terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Info Terbaru (28/5) Data Covid-19 Kota Sukabumi: PDP +1, Sembuh +10
Achmad Taopiq Sudayat, M.Pd, Pamong pendidikan dan Ketua KKG Gugus Bojonglopang Jampangtengah
Achmad Taopiq Sudayat, M.Pd, Pamong pendidikan dan Ketua KKG Gugus Bojonglopang Jampangtengah

Walaupun memang masih banyak kekurangan, tapi langkah di atas sangat tepat diterapkan di masa pandemi covid-19.

Pembelajaran melalui TVRI hanya berlaku satu arah. Siswa menerima materi yang disampaikan, tanpa ada kesempatan untuk berinteraksi. Padahal interaksi multi arah sangat penting dalam pembelajaran.

Kurangnya interaksi sosial siswa. Dalam pembelajaran online hampir tidak ada interaksi sosial dengan orang lain. Sehingga tidak memberikan kesempatan siswa untuk membentuk sikap, karakter sosial yang baik.

Pembelajaran online cenderung mengasah  kognitif siswa, kurang mampu menyentuh afektif dan psikomotor siswa. Walau bisa diberikan, tetapi kurang maksimal.

Baca Juga :  Jelang Buka Puasa, Ibu-ibu PKK Desa Sukasirna Bagikan Nasi Kotak dan Sembako

Kekurangan- kekurangan tersebut sangat bisa dimaklumi, mengingat kondisi kita dalam keadaan darurat.

Yang menjadi PR kita sekarang ini adalah bagaimana cara meningkatkan tenaga kependidikan lebih maksimal terutama dalam mengembangkan kemampuannya dalam bidang teknologi pendidikan, kita harus mengejar pola pendidikan di era 4.0, pungkasnya.

Pembelajaran dalam jaringan dan pembelajaran jarak jauh merupakan implementasi dari Surat Edaran Nomor 04 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020, yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menangkal penyebaran Virus Corona di mana semua Institusi pendidikan diisyaratkan siswanya untuk belajar dari rumah. (Robi Sugara)

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here