Setelah Inovasi Teknologi, Cijengkol Sukabumi Launching FPYD

Setelah Inovasi Teknologi Cijengkol Sukabumi Launching FPYD - infokowasi berita sukabumi terbaru

Sukabumi, infokowasi.com – Pemerintah Desa Cijengkol, Kec. Caringin, Kab. Sukabumi dikenal sebagai desa digital setelah meluncurkan beberapa inovasi teknologi untuk pelayanan administrasi publik, dengan inovasi itu rentang pelayanan menjadi sangat pendek dan waktu yang dibutuhkan lebih singkat.

Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan lainnya, Tak hanya teknologi, Pemdes Cijengkol pada Rabu (22/4/2020) bertempat di Aula Desa melaunching Forum Peduli Yatim Desa (FPYD).

Forum ini dilatarbelakangi kepedulian kolektif kepada anak yatim yang ada di wilayah Desa Cijengkol, unsur ABGCM atau Penthahelix ada didalamnya yaitu:  Akademisi, Business/pengusaha, Government/Pemerintah, Community/komunitas masyarakat dan Media.

Baca Juga :  SIM Gratis Buat WNI yang Lahir Tanggal 1 Juli

Setelah Inovasi Teknologi Cijengkol Sukabumi Launching FPYD - infokowasi berita sukabumi terbaru

Dalam launching tersebut diserahkan paket bantuan kepada 48 anak yatim dengan sumber pendanaan dari para donatur, adapun paket bantuan terdiri dari sepatu sekolah,  tas sekolah  dan uang saku sebesar 100.000 rupiah.

Turut hadir Muspika, Ketua FPYD, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan undangan lainnya.

Menurut Kepala Desa Cijengkol, Haer Suhermansyah, FPYD adalah wadah kepedulian kepada anak yatim, berusaha membantu meringankan beban dan turut berperan membimbing pendidikannya.

“Banyak yang terlibat dalam forum peduli ini, seperti Bapak Bupati Sukabumi, Baznas, Camat Caringin, MUI, Karang Taruna, Komunitas dan lainnya termasuk para donatur, jadi ini gerakan kolektif untuk membantu anak yatim,” jelas Kades yang menurut catatan penyelenggara sekaligus juga sebagai donatur.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Sukabumi Perkenalkan Sistem Informasi Rekapitulasi

Setelah Inovasi Teknologi Cijengkol Sukabumi Launching FPYD - infokowasi berita sukabumi terbaru

Haer berharap kedepannya gerakan ini akan berkembang dan bisa membantu lebih banyak anak yatim.

” mudah-mudahan kedepannya bisa lebih banyak pihak yang berpartisipasi, sehingga lebih banyak anak yatim yang terbantu, gotong royong dan kepedulian ini kita berharap menjadi budaya yang bisa dilestarikan” ungkapnya.

Selain pemberian bantuan, di sosialisasikan pula upaya pencegahan Covid 19. Seperti pola hidup bersih dan sehat, memelihara lingkungan, pembiasaan cuci tangan, physical distancing dan penggunaan masker saat keluar rumah. (Irwan Setiawan)

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here