Infokowasi.com — Menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran membutuhkan lebih dari sekadar perencanaan di atas kertas. Data lapangan, pemetaan potensi wilayah, serta pemahaman terhadap karakteristik masyarakat menjadi fondasi penting dalam menentukan arah kebijakan daerah.
Semangat tersebut tercermin dalam kehadiran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi pada kegiatan pemaparan hasil Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 130 mahasiswa Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI).
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (30/10/2026) tersebut dipusatkan di PPSDM Aparatur Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Forum ini menjadi ruang akademis sekaligus wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menggali potensi serta memahami berbagai karakteristik wilayah.
Selama pelaksanaan KKL, para mahasiswa melakukan pengamatan dan kajian langsung di sejumlah desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cisolok, Kecamatan Cikakak, dan Kecamatan Palabuhanratu.
Khusus di Kecamatan Cisolok, lokasi pengamatan meliputi Desa Pasirbaru, Desa Caringin, dan Desa Gunungtanjung. Berbagai kondisi geografis, potensi lokal, serta karakteristik kawasan menjadi bagian dari materi penelitian yang kemudian dihimpun dan dipresentasikan dalam forum tersebut.
Pemaparan hasil kajian ini tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban akademis mahasiswa, tetapi juga membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memperoleh perspektif baru dalam membaca kondisi kewilayahan Kabupaten Sukabumi.
Kehadiran Bapperida menjadi bagian penting dalam menjembatani hasil penelitian akademis dengan kebutuhan penyusunan kebijakan pembangunan. Sebab, setiap data dan temuan yang diperoleh dari lapangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan program yang lebih terukur, sesuai kebutuhan, serta mempertimbangkan potensi dan tantangan masing-masing wilayah.
Kegiatan tersebut turut melibatkan tim dosen pendamping Departemen Geografi FMIPA Universitas Indonesia, unsur pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa yang menjadi lokasi pelaksanaan KKL.
Kolaborasi lintas sektor ini memperlihatkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi hadir melalui kapasitas keilmuan dan penelitian, sementara pemerintah daerah memiliki peran dalam mengintegrasikan hasil kajian tersebut ke dalam proses perencanaan pembangunan.
Lebih jauh, hasil penelitian mahasiswa diharapkan dapat memperkaya basis data kewilayahan Kabupaten Sukabumi, sekaligus memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi sumber daya, kondisi lingkungan, dan peluang pengembangan kawasan.
Melalui pendekatan *evidence-based policy* atau kebijakan berbasis bukti, perencanaan pembangunan diharapkan tidak hanya bertumpu pada asumsi, tetapi juga didukung informasi yang akurat, hasil pengamatan langsung, serta analisis ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sinergi Bapperida Kabupaten Sukabumi bersama Departemen Geografi FMIPA Universitas Indonesia ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan antara dunia akademis dan pemerintah dalam membangun daerah.
Pada akhirnya, penelitian yang dilakukan di lapangan akan memiliki nilai lebih ketika hasilnya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari ruang akademis menuju kebijakan pembangunan, pengetahuan diharapkan menjadi bekal untuk menggali potensi daerah, menjawab persoalan kewilayahan, dan mendorong terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang lebih maju, berdaya saing, serta Mubarokah.
(ASR)









