Irigasi Cipanumbangan Longsor Puluhan Hektar Sawah Terancam Kekeringan

Laporan : Robbi Sugara

INFOKOWASI.COM, Sukabumi

Saluran irigasi untuk mengairi puluhan hektar sawah di Kecamatan Jampangtengah tidak bisa berfungsi setelah terdampak tanah longsor.
Sabtu sore,16 Januari 2021, kemarin sekitar pukul 15.30 WIB, saluran air yang berada di Daerah Irigasi Cipanumbangan Desa Panumbangan Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi mengalami kerusakan.

Hujan Deras dan lama yang mengguyur wilayah Desa Panumbangan Kecamatan Jampangtengah, mengakibatkan longsoran tebing serta jebolnya tanggul di daerah irigasi Cipanumbangan.
Menurut H. Eka Widiaman, SKM. Selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi bahwa dua titik kerusakan yang terjadi secara otomatis memutus irigasi sebagai saluran air yang digunakan warga untuk mengairi sawah serta kebutuhan lainnya.
“pertama, longsoran terjadi pada tebing saluran irigasi sehingga material longsoran menutup saluran irigasi sepanjang 7 meter dengan ketebalan material longsoran 1 meter, ini dibutuhkan tindakan darurat untuk mengevakuasi material longsoran, sebenarnya jika bersedia bisa dilakukan dengan swadaya oleh para petani atau penggarap”, ucap Eka.

Baca Juga :  Berita COVID-19 Terbaru, Kabupaten Sukabumi, Selasa, 11/08/2020

“selanjutnya titik kerusakan kedua yaitu jebolnya tanggul saluran irigasi sepanjang 5 meter dan tinggi 4 meter, untuk penanganan titik ini dibutuhkan sekitat 250 buah karung serta kawat boronjong sebanyak 50 buah untuk memperbaiki tanggul”, jelas Eka.
Eka menegaskan pihak BPBD melalui P2BK setempat sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kecamatan Jaampangtengah dan Pemdes Panumbangan untuk penanganan.
Diperkirakan akibat rusaknya Daerah irigasi Cipanumbangan ini sekitar 30 hektar lahan sawah terancam kekeringan serta beberapa aktivitas warga yang menggunakan air dari irigasi tersebut akan terganggu, kerugian yang dialami pun ditaksir mencapai 25 juta rupiah.
Selain rusaknya Daerah Irigasi Cipanumbangan, dihari yang sama terjadi pula longsoran berupa amblasnya tembok penahan tanah (TPT) di area pemukiman warga tepatnya di Kampung Cikareo Desa Panumbangan Jampangtengah, longsoran tanah sempat menutup akses jalan lingkungan hampir sepanjang 8 meter, beruntung tidak menelan korban jiwa.

Baca Juga :  H +2 Lebaran, Wisatawan yang Berniat ke Ujung Genteng Dipaksa Putar Balik

Kepala Desa Panumbangan Lalan Jaelani pun memaparkan jalan yang tertimbun kini sudah normal kembali setelah dilakukan pembersihan material longsoran oleh warga setempat.

RED

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here