Kades Jampangtengah “Pengalaman Tersendiri Pimpin Pemakaman Sesuai Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19”

Laporan Khusus: Robbi Sugara

INFOKOWASI.COM, Sukabumi

Peristiwa khusus terjadi di Wilayah Desa Jampangtengah Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi, meninggalnya seorang warga Ny. EH dengan status sebagai pasien Covid-19, Minggu, 17 Januari 2021, pada pukul 00.50 WIB, usai mendapat perawatan di RS SECAPA.

Itulah yang mengawali perbincangan kami dengan H. Agus Jayadi Ramli, S.Hut selaku Kepala Desa Jampangtengah, terasa sedikit canggung, sahabat lama ini mungkin masih terbawa perasaan dengan kejadian yang menimpa warganya.

Agus menuturkan pihaknya menerima intruksi dari pihak Satgas Covid -19 Kecamatan Jampangtengah agar pemakaman warganya tersebut harus menggunakan Protokol Kesehatan.
Sekilas penuturan Agus yang coba kami himpun:

“sebenarnya kami tidak tega, dengan proses pemulasaraan jenazah yang tidak seperti biasa pada umumnya dilaksanakan, warga yang ingin melayat pun tidak diperkenankan mendekat, demikian pun keluarga hanya bisa menyaksikan dari jarak 200 meter saja, namun kami tidak bisa berbuat banyak, penanganan harus sesuai protokol”, ucap Agus.

Baca Juga :  Menaker Ida Pastikan Subsidi Upah/Gaji Tahap III Cair

“petugas yang melakukan proses pemakaman ini sebanyak tujuh orang dari Satgas Covid-19 Desa Jampangtengah, saya sendiri yang menjadi Koordinator lapangannya”, jelas Agus.

“pertama kali kami melaksanakan tugas berat ini, walau sebenarnya bukan hal yang baru untuk pemulasaraan dan pemakaman jenazah, namun untuk pemakaman ini dengan protokoler penanganan Covid-19 tentunya hal baru bagi kami, agak canggung”

“alat pelindung diri yang lengkap, pakaian, masker, sarung tangan, kaca mata, sepatu, kami kenakan dari awal proses pemakaman sampai akhir, sebelumnya kami mendapat arahan cara pemakaian serta melepas APD, bahkan arahan yang harus diperhatikan saat kita melakukan aktifitas ketika memakai APD, yang jelas 10 menit pertama kita benar-benar melakukan adaptasi, mengatur nafas, mengatur pergerakan, untuk mengurangi terkurasnya energi, tubuh yang serba tertutup menyebabkan terasa gerah dan cepat berkeringat”

Baca Juga :  Warga Berharap Perbaikan, Saluran Irigasi Bantar Henca Terancam Jebol

“sungguh pengalaman luar biasa bagi kami, melaksanakan pemakaman jenazah dengan status pasien Covid-19, tim yang terdiri dari 7 personil harus bahu membahu berbagi tugas, satu orang menyemprot, satu orang mengumandangkan adzan, tiga orang memasukan jenazah, tugas terakhir menimbun, benar-benar menguras tenaga, kami mensiasatinya dengan cara bergantian untuk mengurangi rasa letih”, papar Agus.

“dengan kejadian dan pengalaman ini, ada beberapa hikmah yang dapat saya ambil, terutama apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi para tenaga kesehatan, dokter, perawat , petugas pemakaman seluruh Indonesia, yang menjadi ujung tombak penanganan Covid-19 ini, dengan menangani kasus yang banyak tidak terbayang lelah yang dirasakan, semoga mereka diberi kekuatan dan kesehatan hingga pandemi ini berakhir”, pungkas Agus.

Baca Juga :  Info Terbaru (20/5) Data Covid-19 Kota Sukabumi

Kepala Desa Jampangtengah ini pun mengharapkan agar warga lebih meningkatkan kedisiplinan dalam rangka penerapan protokol kesehatan serta adaptasi kebiasaan baru sesuai anjuran pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

RED

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here