Kampung Kecil Giat Bergotong royong karena Sulit Tersentuh Bantuan Fisik di Jampangtengah

Jumlah KK Sedikit, Kampung Kecil Giat Bergotongroyong Karena Sulit Tersentuh Bantuan Fisik di Jampangtengah

Sukabumi, infokowasi.com – Rutinitas warga Kampung Nanggerang RT 03 RW 04 Desa Jampangtengah dan warga Kampung Cimalati RT 03 RW 10 Desa Sindangresmi, sangat mengesankan, satu daratan kecil yang berisi sekitar 40 Kepala Keluarga ini merupakan wilayah dua desa yaitu Desa Jampangtengah dan Desa Sindangresmi.

Sudah menjadi kegiatan rutin setiap hari Jum’at pagi warga kedua kampung tersebut bahu membahu bergotong royong mulai membuka jalan bahkan memperbaiki masjid.

Jumlah KK Sedikit, Kampung Kecil Giat Bergotongroyong Karena Sulit Tersentuh Bantuan Fisik di Jampangtengah

Ajat Sudrajat, S.SI (28) seorang warga setempat sekaligus penggerak warga mengungkapkan susahnya mendapatkan bantuan untuk pembangunan Fisik baik dari Desa Jampangtengah maupun dari Desa Sindangresmi mengingat pertimbangan jumlah penduduk yang sedikit.

Baca Juga :  BUPATI BERI RUANG PENGEMBANGAN DIRI pada ANAK untuk GENERASI PENERUS CERDAS dan KREATIF"

Menurut Ajat, jalan terbaik adalah bergotong royong yang di jadwalkan setiap seminggu sekali.
“beruntung warga mengerti dan semua rela hati,” tutur Ajat.

Jumlah KK Sedikit, Kampung Kecil Giat Bergotongroyong Karena Sulit Tersentuh Bantuan Fisik di Jampangtengah

Sekitar 1.500 meter jalan sudah dibangun warga dengan cara swadaya memanfaatkan Batu karang yang kebetulan melimpah sebagai bahan perkerasan.

Kini warga tengah menyelesaikan pengerjaan 1000 meter panjang jalan menuju kampung, yang sengaja disambungkan dengan jalan Desa Sindangresmi.

Jumlah KK Sedikit, Kampung Kecil Giat Bergotongroyong Karena Sulit Tersentuh Bantuan Fisik di Jampangtengah

Ajat pun menjelaskan lebih jauh bahwa memang pernah kampung tersebut tersentuh namun sudah terhitung lama, sehingga sarana bantuan tersebut sudah rusak.

Baca Juga :  KOWASI, Satgas COVID-19 Lakukan Penyemprotan Disinfektan dan Pembagian Masker

Kini di bawah arahan program Ajat kedua Kampung tersebut pun melakukan Iuran perbulan setiap KK di wajibkan membayar Uang Kas dengan ketentuan Rp.20.000,00 bagi yang memiliki sepeda motor dan Rp.10.000,00 yang tidak punya. Selanjutnya uang yang terkumpul digunakan untuk membeli kebutuhan material serta konsumsi warga saat bergotong royong.

“Mudah-mudahan dengan membuka jalan bisa meningkatkan perekonomian warga, minimalnya akses mempermudah penjualan hasil pertanian warga, semoga kedepannya pemerintah bisa memberikan yang terbaik buat kami,” pungkas Ajat.

Laporan : M Robi
Editor : WD

Print Friendly, PDF & Email

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here