Beranda SUKABUMI Pemprov Jabar Luncurkan Program Produk One Pesantren (OPOP) Bantu Fashion Rajutan As-Saadah...

Pemprov Jabar Luncurkan Program Produk One Pesantren (OPOP) Bantu Fashion Rajutan As-Saadah (RAJASA)

Laporan : M.Kuncir (Korlip Jampang)

INFOKOWASI.COM, Sukabumi

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Jawa barat meluncurkan program one prodak one pesantren yang baru-baru ini diluncurkan dan sudah membina beberapa Ponpes se-Jawa Barat, di antara pesertanya adalah Yayasan As-saadah. Alamat di kp. Cilalay Babakan Rt 08/04 Desa Citanglar Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Seperti yang diungkapkan Pimpinan Ponpes As-Sa’adah, Syamsul Marif, kepada wartawan, bahwa dengan adanya program OPOP Jabar ini, disaat menyebarnya pamdemi Covid-19 bantuan jabar dapat mendorong perkembangan usaha fashion, serta dapat mengangkat dan menyerap tenaga kerja

Selain itu dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat dan alumni santri untuk meningkatkan kesejahtrakan pekerja.

Selain itu, ada juga penambahan modal, bantuan tambahan alat mesin rajut dan fasilitas biaya perminggu untuk belanja bahan 25 juta, serta pembayaran karyawan perminggu 15 juta.

Terkait para pekerja saat ini yang terserap, diantaranya warga Pajampangan yang berasal para santri dan alumni yayasan ponpes As-Sa’adah.

Adapun harga bahan-bahan mentah seperti katun akrilik Rp.115.000,-/kg. Adapun dari bahan wol Rp.73.000/kg dan harga PE Rp.50.000/Kg.

Soal harga-harga penjualan barang dari bahan katun perlusin Rp.900.000,-/lusin, penjualan bahan wol /hari 2 lusin dengan harga Rp.400.000,-

Lebih lanjut, Harapan kami setelah diberikan pembinaan berkala melalui program OPOP Jabar dan masuk katagori seleksi ke 2 Se-kabupaten Sukabumi yang ber kesinambungan untuk kedepannya yang sebelumnya kami telah mengikuti program audisi ke satu dan magang selama 1 minggu di bilangan jalan salabinta (Santika Hotel) yang di prakarsai oleh dinas koperindag jabar dan nantinya di survei, adapun untuk lanjutan sistem audisi ke dua akan di laksanakan pada hari rabu 04 Nopember 2020 di Horison hotel Sukabumi.Kepada wartawan. Senin (21/11/2020).

Menurut Jenal 38 kordinator RAJASA, Mengatakan setiap pembuatan kain rajut perorang dapat 2 lusin perhari. Sementara ini, jumlah karyawan yang ada 10 orang, cabang nya15 orang karyawan di daerah kiara condong bandung kota. Kurang lebih 10 tahun ia menggeluti kerajinan rajut hingga sekarang.

Hasil kerajinan dipasarkan melalui toko distro, Toko Online, Butik, Oll shop.

Mesin rajut memiliki 18 Unit, ditambah 5 mesin lingking jait switer, 1 mesin obras, dan 1 Mesin gosok.

Adapun pekerjaan digarap Saat ini oleh sejumlah karayawan tersebut yaitu. Bagian somtek rajut, pasang lebel dan sleting, finishing

RED

Redaksi : redaksi@infokowasi.com


Marketing : marketing@infokowasi.com

Artikulli paraprakPersikabumi Legend Launching Jersey Untuk Musim Pertandingan Tahun 2021
Artikulli tjetërCamat Jampangtengah Lantik Badan Permusyawaratan Desa Padabenghar Periode 2020-2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini